Sunday, July 27, 2014

Shalat Lebih Penting dong

Sebagai blogger aras-arasen yang ngeblog kalau lagi mood saja, saya sebenarnya cukup aktif untuk blogwalking alias berkunjung ke blog-blog orang-orang. Saya tertarik dengan sudut pandang dan pemikiran unik dan lucu dari blogger-blogger, jadi bisa menghibur saya bahkan kadang memberi pencerahan.
Saat blogwalking saya akan ingat-ingat blog yang menarik dan berkesan. Biasanya sih saya inget-inget nama penulisnya, kalau pas selo saya pasti balik lagi buat ngecek update dari blog tadi.

Salah satu blog yang berhasil menarik saya untuk rajin berkunjung adalah blognya Mas Agus Mulyadi. Saya agak lupa pertama kali bisa ketemu blog ini, kalau nggak salah sih dulu ada yang ngeshare di twitter. Pas masuk ke blog ini, saya pasti langsung disapa oleh foto mas Agus yang mejeng dihalaman depan yang kalau discroll kebawah pun fotonya nggak mau ilang =)).
Ini tampilan awal blognya beliau :
Ini tampilan utama, foto yang selalu setia menyapa pembacanya

Pertama kali lihat foto mas agus saya jadi inget kayaknya dulu pernah lihat orang ini, well sakjane wajahnya beliau ini mirip sama temen sekelas di kampus. Sayangnya saya ndak punya foto kawan saya jadi ndak bisa mbandingin. Tapi selain itu saya capet-capet inget kalau beliau ini pernah masuk hot thread kaskus gara-gara jago ngedit foto sama artis terutama JKT48, pun kayaknya bener soalnya di blognya ada post ini. 

Diluar wajahnya yang sudah familier, saya juga inget pertama kali saya mbaca postingan mas Agus itu adalah tulisan Nikah-Nikah Bathukmu Sempal. Posting yang bikin saya trenyuh ketawa-ketiwi dengan pemilihan bahasa jawa yang udah lama ndak saya dengar dan baca. Saya juga pernah nyasar nggak sengaja ke postingan mas Agus ini pas cari tahu tentang translate bahasa indonesia di film luar negeri di bioskop itu ada enggak. Iya, saya emang belum pernah nonton film luar di bioskop :| , karena penasaran saya googling. Eh nemu blognya mas Agus lagi ynag share gimana pengalaman dia pertama kali nonton film di bioskop, sungguh berasa punya teman. :))

Nah kabar terbaru kemairn pas lagi baca-baca di blog lomba menulis, Mas agus ini baru aja nerbitin buku. Judulnya "Jomblo Tapi Hafal Pancasila", dan beliau lagi bikin giveaway gitu. Entah giveaway itu apa saya ndak tau, intinya kalau ndak salah beliau bagi-bagi buku gratis. Saya sebagai silent reader blog dan follower twitternya jadi kepengen ikut gitu, siapa tahu bejo =))

Yak dari posting ini, saya ndak merekomendasikan buat sedulur-sedulur baca blognya Mas Agus, karena sesungguhnya Shalat lebih penting dari pada mbaca blog beliau.

Selebihnya sukses buat mas Agus Mulyadi, semoga tetep nulis, menghibur dan segera dapat jodo. Aamiin. :)

Monday, July 21, 2014

Lomba TPA dan mandi dong

Hari ini Kegiatan KKN saya adalah Lomba TPA. Ini jadi kegiatan pertama yang bisa dibilang cukup besar di kelompok kami sejak penerjunan. TPA di desa Sumbermulyo yang diadakan khusus pada masa ramadhan ini cukup memiliki banyak santri. Dari data Remaja Masjid sekitar 80 anak. Banyak kan ya? Sayangnya memang disini TPA hanya pas Ramadhan saja, di luar Ramadhan tidak ada.

Kelompok KKN saya mulai masuk ke TPA sejak awal penerjunan, hal ini juga jadi observasi awal sebelum rencana kami ingin menghidupkan TPA diluar Ramadhan. Setelah hampir tiga minggu ikut serta mengurusi TPA, hari ini jadi puncak kegiatan yaitu kegiatan Lomba-lomba. Sebenarnya lomba biasa dilakukan di minggu akhir, namun karena kedatangan kami yang hanya sampai tanggal 23 di bulan Ramadhan ini, maka kegiatan lomba diajukan. Hehe.makasih mas mba Remaja Masjidnya :)

Untuk proker ini saya kejatah untuk membantu Hanum ngurusi hadiah dan jadi seksi perlengkapan. Artinya kami harus datang lebih pagi dong ya buat mempersiapkan segala sesuatunya. Jam di juknis yang dibikin oleh Ketua Kegiatan mewajibkan pukul 06.30 sudah sampai dilokasi untuk persiapan. Padahal dimalam sebelumnya kami harus nyiapin bermacam dokumen, bungkus kado, dan nggodain tukang bakso :3. Sebenarnya kami sudah bangun dari jam 4 kurang, buat sahur.   Tapi ya karena capek jadi maklum gitu deh kalau kami kesiangan #alibi #duh

Padahal kami harus antri mandi juga, kebetulan hanya ada dua kamar mandi untuk 13 wanita yang standar waktu mandinya hanya dua, lama dan lama banget.  Ya uwis, sebagai panitia yang penuh tanggung jawab dan kesatria, saya dan Hanum menyusun strategi. Kami akan berangkat tepat waktu untuk menyiapkan perlegkapan dengan modal cucimuka, gosok gigi dan parfum. Setelah kawan-kawan datang, kami bakal cus pulang dan mandi dengan selo  :))

Begitu sampai dilokasi lomba, eh jebul adik-adiknya sudah banyak yang datang. Mereka semangat sekali sampai-sampai ada yang belum mandi dan harus nangis nggak mau pulang pas disuruh ibu nya mandi dulu.
*Jleb* padahal disini mbak-mbaknya udah kece tapi belum mandi juga -___-
Adek-adek ndaftar lomba


Karena terlalu banyak anak-anak dan temen-temen juga belum datang-datang strategi kami gagal deh, setelah perlengkapan siap saya dan Hanum harus bantuin jaga di Pendaftaran. Jaganya sih sambil jaga jarak gitu, takut kalau ketahuan adek-adek yang masih lugu ini kalau mbak-mbaknya ada bau-bau belum mandi. hehe...


ng..nganu..nggak mau difoto dulu yaaa :')

Diluar acara mandi, Lomba TPA berlangsung lancar, Alhamdulillah.

Seneng bisa bareng-bareng adek-adek yang semangat dan berisiknya pun luar biasa, hahaha..

Pembagian Hadiah \\(^o^)//

Semoga bisa bermanfaat acara ini, dan jadi tambah semangat juga buat ngerjain proker-proker lainnya :D

Dan kenapa post ini malah jadi ngebuka aib sendiri ya..
astaghfirullah..
-___-

Wednesday, July 16, 2014

Tenang dong

sesungguhnya ketenangan jiwa menjadi nikmat yg sering dilupakan untuk disyukuri. atau malah dia memang tak pernah hadir pada diri ini. Astaghfirullah..
coba rasakan meg,saat ini kamu masih bisa bobok nyenyak,bisa posting blog,ngobrol dengan keluarga. Bandingkan dengan mereka yang mungkin detik ini harus berfikir mau tidur dimana, mereka yang mungkin sedang menangis meratapi kepergian keluarganya, gundah dengan penyakit yang diderita.
sungguh nikmat ketenangan itu tak ternilai, banyak-banyak lah berdoa meg. Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi satu detik kedepan. doakan agar orang-orang juga mendapatkan ketenangan jiwa,hilang gelisahnya, kuat menghadapi masalahnya.
Aamiin.
ditulis ditengah rasa gelisah karena terlalu berburuk sangka terhadap kehidupan. Astaghfirullah ..

Curcol KKN dikit dong


Saya percaya bahwa hidup ini berputar, kadang dibawah-kadang diatas. Seperti saya yang tahun kemarin banyak mendengarkan keluh kesah dan cerita dari kawan-kawan saya yang lagi menempuh kuliah KKN, tahun ini gantian saya yang harus merasakan dinamika mahasiswa KKN.

Kuliah KKN ini kalau kata dosen pembimbing saya jadi bentuk pembelajaran dan pengabdian mahasiswa ke masyarakat. Saya yang mahasiswa pendidikan juga mendapat bonus untuk membagi waktu KKN dengan PPL, yang artinya kalau pagi saya belajar jadi Guru di sekolah, kalau sore mengabdi kemasyarakat.
Awalnya kelompok KKN saya PPL saya hanya terdiri dari delapan orang, ada Saya, Hanum, Afina, Rama , Rizki, Danar dan Hendra. Tapi Rizki harus pindah untuk ppl di Balikpapan dan Hendra mengundurkan diri, jadinya kami hanya berenam. Sementara untuk KKN kebetulan kami digabung dengan tim dari PGPAUD ( Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini) yang berjumlah 10 orang dan cewek semua...waw.. :D

Dinamika KKN
Kami diterjunkan bersama-sama pada tanggal 1 Juli di kampus oleh Pak Rektor. Kemudian dilanjut dengan penerjunan di desa yang diterima baik oleh Ibu Lurah. Sejak penerjunan itulah, dinamika KKN PPL mulai terasa. Ya...dari mulai urusan kedesa, antar teman, ke dosen pembinging, ah... ada-ada saja yang mengajak untuk memutar otak. 

Positif thingking jadi kunci utama menghadapi masalah-masalah yang datang. Hey, saya bilang gini bukan berarti menggurui atau saya udah ahli. Saya tulis disini juga biar saya terus berjuang untuk Positif thingking lho ya.. karena memang susah untuk selalu berfikir positif. Ah..tapi sebenarnya walau susah dilakukan,  hidup positif itu bikin kita jadi enak menjalani proses-proses kehidupan. Dengan berfikir positif energi jadi tak terbuang sia-sia untuk mikir yang aneh-aneh. 

Nikmatilah Prosesnya
Saya beruntung punya banyak kawan yang sebelumnya pernah atau sekarang lagi  KKN . Mereka mau  berbaik hati mau ndengerin curcol saya :D. Banyak saran dan masukan, seperti diawal kemarin kelompok saya sempat miss komunikasi dengan pengurus desa gara-gara jatah hidup dan sempat dituntut untuk membayar uang sangat tinggi. Kita sekelempok sempat bingung, emosi juga. Tapi akhirnya, dengan komunikasi dan mengambil jalan tengah masalah bisa diselesaikan. Saya harus bilang terimakasih dengan keluarga dan kawan saya yang terus mengingatkan untuk sabar dan menikmati proses yang ada.
"Besok masalah di kehidupan nyata lebih kompleks dari ini, kamu kudu sabar" 
Kurang lebih gitu pesen mereka. Yaaa..memang harus beradaptasi. Saya percaya kadang kita memang harus diberi 'tantangan' untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan kita. Tantangan itu pun pasti diberikan oleh Allah sesuai dengan kemampuan kita, asal yakin dan mau berusaha pasti bisa diatasi. 

Ya udah sih gitu aja, 
ini catatan untuk mengingatkan diri saya sendiri, semoga tetap istiqomah menjalani sampai 2,5 bulan kedepan.


Ditulis setelah dua hari absen KKN PPL, dan rasanya males mau balik kepondokan lagi. :|

Friday, July 11, 2014

Hidayah Kota Bantul dong

Peta mbantul ini bro..Sumber :wikipedia
Hai, lama sekali tidak posting. Sebenarnya hasrat untuk ngeblog itu sudah membuncah, meluap-luap. EH tapi kok ya akhir-akhir ini lagi sok sibuk dan suka memilih molor dibanding nulis :(

Jadi nganu...sekarang saya lagi sibuk KKN PPL nih, satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh sama mahasiswa S1 kampus saya. Kenapa dobel KKN dan PPL?. iya..jadi emang sudah kebijakan kampus bahwa untuk KKN dan PPL disini digabung, jadi pagi PPL alias belajar ngajar disekolah, sorenya KKN ngabdi ke masyarakat.

Kalau kata pak Dosen Pembimbing sih kita lagi kuliah tapi diluar, kuliahnya belajar dimasyarakat. Semacam udah kayak hidup dimasyarakat, pagi kerja siang arisan PKK #eh

Saya sebenarnya pas penempatan pengen dapat sekolah di mantan almamater tercinta di SMK 2 Jogjakarta, tapi apa mau dikata, karena konsentrasi yang saya pilih dengan aturan yang baru saaat ini tidak memungkinkan saya ngajar disana, akhirnya saya ditempatkan di salah satu sekolah di ujung kota Bantul. Daerah yang saya sendiri belum pernah kunjungi.

Loh meg? bukannya kamu orang mbantul juga ya? 

Duh.. iya sih memang, saya aslinya mbantul. Tapi bisa dibilang selama ini saya adalah orang mbantul yang murtad. #ups...

jadi nganu, saya SMP, SMK dan Kuliah selama ini ada di luar Bantul, dan itu bikin saya ndak pernah maen-maen dan mempelajari daerah Bantul. Dosa besar saya selama ini adalah selalu menyebut rumah saya didaerah Kotagede, daerah kota jogja, padahal sesungguhnya saya di Banguntapan Bantul. Bukan karena malu atau gimana tapi karena saya bingung ngasih ancer-ancernya jadi saya bilang aja Kotagede, soalnya temen-temen juga asalnya kebanyakan Jogja dikasih tau Banguntapan pada nggak ngerti #pembelaan #iyainaja.

Kembali ke KKN PPL, dengan penempatan di ujung selatan Bantul, saya seperti mendapat hidayah setelah selama ini mendurkahai Bantul. Saya dipaksa melaju keselatan tiap hari, melewati panasnya Bantul yang akhir-akhir ini bikin saya rajin mandi. :))
Ya ..Tuhan itu emang super kece dan OKE , setelah selama ini duhraka dan melanglang buana,
saatnya saya mengabdi ke kota saya, tempat saya dibesarkan. Kota Bantul Projotamansari #cieee . :*

Dan saya juga seneng disini, ndak perlu ngaku-ngaku dari Kotagede atau bingung ngasih ancer-ancer, karena tiap  ditanya asalnya dari mana, kalau saya jawab dari Banguntapan pasti udah pada tahu. #orangBantulIstimewa :))

Ya udha gitu aja,
kapan-kapan dilanjut lagi cerita KKN PPL nya :)