Lima huruf itu

aku hanya bisa terpaku disini. Ingin rasanya menangis namun air mata ini tak kuasa untuk jatuh, lagi pula memang tak ada alasan logis untukku menangis. Kenapa ini?lagi lagi tentang cinta. Ah megh kamu tak benar-benar apa makna kata itu. Lima huruf yang istimewa. Dengan lima huruf itu aku bisa ada disini, bisa merasakan yang ada padaku saat ini, Ketika aku bersama Tuhanku, bersama kedua orang tuaku, adikku saudara dan teman-temanku, aku begitu mengenal lima huruf itu.Namun ketika bersama dia aku seakan lumpuh dan tak benar-benar mengerti tentang lima huruf itu. Dada yang berdegup,melakukan tindakan yang kadang aneh, senyum-senyum sendiri..hahah kadang aku berpikir mungkin aku sudah gila..
Sebenarnya bukan dia yang membuatku seperti ini,tapi aku sendiri penyebabnya.Seandainya aku bisa menjaga perasaanku, tak meledak-ledak dalam menanggapi sesuatu, mungkin tak akan ada cerita aku mengungkapkan perasaan ini padanya dulu, cukup aku menyimpan dalam hati saja. Namun aku bersyukur kok akan semuanya sampai saat ini. Bahkan aku tak menyangka si dia juga bisa bilang lima huruf itu padaku,awalnya aku tak percaya dan menggangap dia mungkin hanya berniat menyenangkan aku saja anak kecil yang sok tahu tentang dia dan mungkin terlihat solah-olah mengejar cintanya. Tapi untuk selanjutnya aku berusaha berprasangka baik, seperti kata seorang temanyang menyarankan agar aku terus berprasangka baik agar bisa lebih bersikap dewasa.

Oh iya kemaren sore seorang teman berkata padaku " kalau cewe sampai ngungkapin cinta kecowok itu sudah sangat keterlaluan, dia gag sadar kalo dirinya itu cewe,menurutku kalau ada cewe yang sampai nglakuin itu, dia udah dapet nilai minus dimata orang!" Saat dia berkata seperti itu rasany aku ingin berteriak dan menangis " Halo!! aku sudah pernah melakukan hal itu!!" namun tentu saja tak aku lakukan, aku hanya bisa tersenyum, senyum penipu, karena memang ini lah aku,seseorang yang sulit mengungkapkan dan mengekpresikan isi hatinya. Aduh apa bener ya? rasanya jadi malu banget,awal yang salah itu yang slalu kubilang pada diriku sendiri.Tapi sudahlah, biarkan ini menjadi pengalaman hidupku. Menjadi cerita untuk anak cucuku besok yang mulai beranjak remaja.

Share:

0 comments