SBY dan cara berbicara

Tadi siang sempat menyaksikan acara di televisi swasata, tentang cara pidato pak SBY. Mengapa ini lagi banyak disorot, katanya sih karena kemarin saat hari anak nasional Pak SBY ditinggal tidur sama audience yang pada acara itu ternyata anak-anak. Saya sendiri sebenarnya belum melihat video bagaimana teguran pak Presiden ini. 
Tapi secara garis besar, saya agak aneh saja mengapa banyak orang yang sangat menyalahkan pak SBY. Okelah bisa dibilang pak SBY kurang tepat, negur anak-anak yang katanya sudah pagi-pagi benar udah persiapan untuk menanti presidennya. Oke lah..pak SBY ngomongnya terlalu berat untuk anak seusia mereka, dan banyak alasan lain untuk terus menyalahkan pak SBY.

Ditulisan ini saya coba melihat dari sudut pandang lain. Dulu saya itu pernah mendapatkan pesan dari salah satu kakak tingkat dalam sebuah kepanitian. 
" Ketika pemimpin itu sampai turun tangan, berarti ada yang salah dengan kerja bawahannya"

Ini bukan kali pertama RI 1 menegur audiencenya. Tercatat beberapa kali audience pak SBY tertidur saat beliau berpidato. Menurut saya pribadi, sebenarnya tak sepenuhnya ini salah Gaya Bicara SBY yang katanya datar. Ada yang kurang tepat juga diantara audience. Saat ada orang yang berpidato, malah tidur. Bayangkan saja jika kita bicara hal penting eh orang yang diajak omong ngloyor pergi. Pak SBY sepertinya memang sangat memperhatikan audiencenya. Dan menurut saya tindakan/ teguran pak SBY ini lebih ke bentuk perhatian pak SBY bahwa beliau serius & juga sebagai pendidikan bagi audience. 

Pendapat saya ini tak sendiri, pak Arif salah satu teman di facebook saya yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi, juga melihat kurang lebih dari sudut pandang yang sama. Menurut beliau budaya menghargai dan mendengarkan rakyat Indonesia sangat menurun drastis. Teguran SBY ini menurut pak Arif menjadi tanda bahwa dia serius untuk mengubah Indonesia lebih baik. 
Semoga saja peristiwa ini tidak terulang lagi, dan tak cukup menyalahkan pak SBY terus. Apakah memang budaya menghargai dan mendengarkan sudah benar-benar menipis. Jika SBY didesak untuk intropeksi dan minta maaf, mari kita sebagai rakyat Indonesia juga turut intropeksi. Apakah kita selama ini sudah cukup baik mendengar dan menghargai orang lain. 

Ditulis oleh meganingtyas bukan anggota partai politik, hanya mahasiswa dengan ilmu yang minim dan menulis karena cinta Indonesia.

Share:

0 comments