Friday, January 08, 2016

Pagi Bersama Tere Liye

Pagi Kamu. Jadi pagi-pagi saya sudah mantengin page bang Tere Liye.  Disana banyak status beliau yang saya suka. Dan biar tidak hilang saya copas disini ya.

“Lepaskanlah. Maka besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Hei, kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya. Tetapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan.”
― Tere Liye, RINDU


 "Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.”
― Tere Liye, novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah"



Cinta itu bukan soal kebersamaan apalagi memiliki. Melainkan pada ingatan yang diletakkan di hati kita masing2, pun dalam doa2 yang dipanjatkan dalam senyap. Itulah kenapa, kalaupun kita tidak memiliki seseorang/sesuatu, tidak bersama dengannya, atau malah dibenci karena salah paham, perbedaan, atau memang simpel karena tidak suka (apapaun alasan tdk suka tersebut), kita tetap selalu bisa menyebutnya dengan kata cinta.
― Tere Liye

Berapa lama kita harus menunggu? Tergantung. Boleh sebentar, boleh selamanya. Hanya saja, gantungkan harapan tersebut bukan ke orangnya/sesuatu; gantungkan harapan tersebut ke yang maha menguasai hati. Tempat seluruh pengharapan akan kembali. Maka proses menunggunya boleh jadi berkah dan bermanfaat--pun kalau ujungnya tidak seperti yang kita inginkan di awal.
― Tere Liye


Jangan berkecil hati jika orang lain hanya mengingat kita saat butuh pertolongan, dan cuek bebek jika tidak, seolah tidak kenal lagi. Karena dengan demikian, sebenarnya malah keren, kita dianggap seseorang yg amat penting dalam hidupnya.
― Tere Liye

Tidak semua yang kita miliki itu harus diumumkan. Tidak semua yang kita lakukan itu harus diberitahukan. Tidak semua. Jadilah seperti gunung es di dalam lautan, yang terlihat hanya pucuk kecilnya saja, sedangkan di bawah, di dalam laut, tersimpan erat bagian raksasanya. Jadilah seperti lautan dalam. Hening mengagumkan. Dan dia sama sekali tidak perlu menjelaskan betapa hebat dirinya.
― Tere Liye

Tidak apa tidak cantik macam artis Korea, atau ganteng seperti boy band. Tidak masalah. Yang penting kita selalu terlihat 'manis'. Dan untuk terlihat manis, resepnya simpel: senyum yang tulus, berpakaian rapi, bersih, serta bertutur kata sopan. Itu lebih dari cukup membuat kita menjadi menyenangkan--dan tentu saja manis. Orang2 manis, akan awet lebih lama
 ―Tere Liye

 Menangis tidak selalu berarti lemah. Menangis bisa berarti tanda syukur, juga rasa tulus dan lapang dada, bahwa dalam hidup ini, senantiasa ada yang Maha Kuat tempat mengadukan semua masalah. *Tere Liye "Kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar2 memahami kita, tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible. Tapi kita bisa menemukan orang yg sungguh2 bersedia memahami kita. Dan itu lbh dari cukup, sepanjang kita jg sungguh2 bersedia memahaminya."
―Tere Liye

 Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan."
 ―Tere Liye, novel PULANG

 Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan."
―Tere Liye, novel PULANG

2 comments:

  1. Pagi-pagi udah sarapan kayak gini, hehe.
    Semoga harimu bisa lebih bahagia dan lebih memaknai hidup. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah pagi-pagi udah dikomen...
      aamiin sama sama annis sayang :)

      Delete