Perbedaan Buat Kita Saling Melengkapi Sayang

Hai Sayang,
Surat untukmu lagi. Padahal surat kemarin saja belum aku hantarkan. Aku masih malu mau mengantarkan padamu.

Kali ini jangan tanya alasannya kenapa malu. Karena aku nantu jadi harus berfikir mencari alasannya. Hal yang jarang aku lakukan. Karena aku terlalu sering melakukan sesuatu tanpa alasan. Seperti saat aku memutuskan mencintaimu. Ciee..

Eh atau mungkin sebenarnya ada alasanya aku mencintaimu? coba deh nanti aku pikirkan.
Tapi pasti butuh waktu, kamu harus tahu berfikir dan melogikan hati itu susah bagi orang sepertiku.

Iya aku terlalu sering memakai perasaan. Aku bisa mudah optimis dan percaya pada hatiku dan diriku sendiri. Tanpa berpikir panjang alasan dan logika dibaliknya.

Berbeda denganmu, yang rasanya selalu punya jawaban atas semua pertanyaaan. Aku kagum padamu lho Sayang. Bisa imbang antara hati dan pikiran. Kapan kamu berfikirnya ya kok bisa cepet kayak gitu. Logikamu rasanya jalan terus. Mungkin karena bawaan pria seperti itu ya, baanyak pakai logika dan perempuan pakai perasaan. Tapi aku tetsp terus belajar kok untuk tetap berlogika ditengah dominasi perasaanku. 

Duh surat cinta apa ini, malah curhat. Yang pasti perjalanan kita masih panjang. Kedepan pasti akan banyak tantangan yang perlu kita lewati. Aku percaya kita bisa bekerja sama menghadapi nya Sayang. Yang pasti aku mempercayaimu, seperti aku mempercayai diriku sendiri bisa menjadi yang terbaik buat mu.

Suatu ketika mungkin perbedaan kita ini akan jadi suatu sumber masalah. Tapi kita harus tetap ingat Sayang, perbedaan ini juga salah satu  yang membuat kita saling melengkap8 dan bekerja sama sejauh ini. Mari kita berjuang bersama demi cerita kita, yang aku yakin pasti indah akhirnya :')





Share:

0 comments