"Kalau kamu punya usaha UKM, datang aja ke Disperindagkop daerahmu, ketok pintu, kenalan, nanti akan didata. Kalau ada event, pelatihan, bahkan modal usaha akan dikabari dan bisa ikutan."

Kata-kata yang saya ingat dari seorang kenalan dalam perjalanan menuju Solo beberapa waktu lalu. 

Saat itu saya memang cerita tentang minat di bidang entrepreneur. Apalagi begitu tahu beliau adalah orang Disperindagkop yang mengurusi UKM di Kalimantan yang sedang tugas ke Solo. Beliau memberikan banyak masukan kepada saya. 

"Pemerintah sangat mendukung usaha masyarakat baik koperasi maupun UKM. Pemerintah sangat senang ketika pemilik UKM mau inisiatif mendafarkan diri ke dinas.," kata beliau. 

Terarik dengan informasi tersebut, saya mulai mencari tahu tentang dinas yang punya program untuk UKM di Yogyakarta. 

Ternyata saya baru tahu ada Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta yang fokus mengelola koperasi dan UMKM di DIY.  Bahkan Yogyakarta sudah punya Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM DI Yogyakarta).


Lokasi PLUT Jogja


Apa itu PLUT?

PLUT adalah lembaga yang meberikan layanan jasa kepada koperasi dan UKM untuk meningkatkan produksi, kinerja pemasaran, akses pembiayaan, pengembangan SDM sehingga meningkatkan daya saing UKM di Yogyakarta.

Sasaran utama dari PLUT Jogja adalah meningkatkan potensi unggula daerah dari koperasi dan UKM, meningkatkan produktifitas, nilai tambah, kualitas, daya saing dan jaringan layanan usaha.

Pas saya kepo-kepo tentang PLUT, eh ternyata juga sedang ada event besar, namanya EXPO UKM Istimewa 2019 di tanggal 14-16 Februari. Acaran terdiri dari bazar koperasi dan UMKM di Yogyakarta, lomba foto, dan lomba blog. Selain itu juga diadakan ragam workshop dan seminar. 

Adanya workshop ini  tak hanya membuat acara EXPO sebatas pameran atau jualan saja. Namun seperti tujuan didirikan PLUT,  event ini hadir agar mendorong UKM meningkatkan kapasitas pengetahuan, kinerja, serta promosi produk. 

Harapannya tentu pegiat koperasi dan entrepreneur di Yogyakarta semakin maju, berkualitas, dan memiliki daya saing yang tinggi.

Data persebaran UMKM DIY. Sumber: http://www.depkop.go.id/ 

Kalau dilihat dari data Depkop, memang terlihat UMKM di DIY jumlahnya semakin meningkat. Tentu peningkatan ini harus diimbangi dengan kualitas dan daya saing yang bagus agar bisa juara di pasaran Indonesia. 

Menjadi Entrepreneur istimewa di kota Istimewa, tentu siapa yang tak mau bukan?

Acara EXPO UKM Istimewa 2019 

Selfie dulu :D
Saya datang di hari kedua bersama ibu saya, sekaligus datang untuk ikut acara Workshop Foto Produk Menggunakan Smartphone bersama mas Yogie Bowie. 

Pemilik akun @tips_fotografi ini sangat interaktif memberikan materi. Saya dan ibu saya yang minim ilmu tentang fotografi, apalagi tentang foto produk jadi mendapat banyak pengetahuan baru. 

Sebagai entrepreneur di era internet,  saya sadar betul memang foto produk jadi hal vital. Usaha online yang saya jalankan sangat bergantung pada foto yang saya tampilkan, bagaimana foto tersebut bisa menarik dan punya cerita sehingga orang mau membeli produk saya. 

Menurut mas Bowie ada dua cara yang bisa digunakan untuk memaksimalkan hasil foto produk. Pertama menggunakan kamera yang bagus dan mahal. Kedua belajar teknik fotografi. 

Sesi praktek bersama mas Bowie. 
Sebagai entrepreneur UKM tentu cukup berat jika di awal usaha harus investasi untuk beli kamera mahal. 

"Untuk UKM dari pada uang untuk beli kamera, mending buat produksi, " kata mas Bowie, yang langsung di dukung oleh semua peserta workshop. Oleh karena itu, sebenarnyasmartphone yang dimiliki sudah cukup mumpuni untuk menghasilkan foto produk yang menjual. Namun tentu harus ada PR sedikit untuk belajar teknik dan tips-tipsnya. 

Ada 5 tips yang mas Bowie sampaikan untuk pemilik UKM agar menghasilkan foto produk yang cantik namun hanya dengan smartphone. 

1. Bersihkan Kamera Smartphone
Smartphone adalah benda yang paling sulit ditinggalkan saat ini. Tak sengaja tentu kita sering memegang kaca lensa belakang. Nah ini ternyata sangat mempengaruhi hasil untuk foto produk. Sebaiknya sebelum mengambil foto agar di bersihkan terlebih dahulu.
2. Tambahkan pad pada casing. 
Ini saya juga baru tahu, saya pikir pad atau biasanya cincin di belakang hp itu dipasang untuk mempermudah dalam memegang saja. Tapi ternyata tidak, pad atau yang menjadi pembatas antara hp dan alas ketika diletakkan itu sangat membantu merawat kamera smartphone. Hingga pada akhirnya, jika kamera terawat tentu hasil foto akan semakin ciamik. 
3. Stop pakai flash, karena dapat memberikan efek yang tidak cantik pada produk. Lebih baik foto diedit setelahnya saja dengan menaikkan brightness dan kontras.
4. Stop pakai zoom.
Lensa kamera tidak secanggih lensa SLR. Menggunakan fitur zoom malah dapat membuat gambar pecah. Dari pada di zoom lebih baik foto di crop saja, kualitas lebih bagus. 
5. Pakai HDR
Fitur ini sebenarnya fitur yang sangat membantu untuk foto produk karena dapat menghasilkan warna mirip dengan objek foto. Penggunaan fitur HDR sangat dianjurkan oleh mas Bowie. 


Usai menimba ilmu tentang foto produk. Saya berkeliling di area bazar koperasi dan UKM. 
Banak sekali produk yang menarik, dan tentu saja gatal kalau tidak di bawa pulang. Dari mulai cokelat gula semut produksi Kulon Progo, hormon untuk tanaman agar cepat berbuah, wedang cendol daun kelor, minuman jamu baik yang cair maupun bubuk, emping, dll. 

Semua produk dihasilkan oleh UKM yang mengikuti EXPO menurut saya sangat berkualitas dan mampu bersaing di pasar. Apalagi harganya juga relatif murah karena masih dijual langsung oleh produsen.

Berikut sedikit dokumentasi hasil jalan-jalan saya di area bazar. 




Setelah hadir di Expo ini, saya banyak mendapatkan bekal dan pengetahuan baru. Selain ilmu foto produk dengan berbekal smartphone, saya menangkap semangat yang luar biasa, baik dari peserta bazar serta pihak panitia untuk memajukan koperasi dan UKM di Yogyakarta. 

Jangan remehkan UKM!
Di tingkat nasional sektor UKM mampu menyerap 94.4 % dari total tenaga kerja nasional. Apalagi sejak krisis moneter, UKM adalah ujung tombak yang terbukti paling tahan menghadapi krisis ekonomi. Jadi ya jangan remehkan usaha UKM, dukungan pemerintah dan masyarakat dengan memilih mengkonsumsi produksi dari UKM akan sangat membantu peningkatan daya saing dan kualitas UKM.

Setelah ini tampaknya saya akan lebih sering main dan mampir ke PLUT Jogja, apalagi kalau lihat dari instagram @plutjogja, akan banyak kegiatan, pelatihan, dll yang diselenggarakan untuk mendukung peningkatan entrepreneur di Yogyakarta. 

Saya siap jadi Entrepreneur Istimewa di kota Istimewa Yogyakarta, bagaimana dengan kamu?