Minggu, Juni 01, 2014

Pantai, Malam, Bintang dan Luna Maya dong


Perjalanan malam minggu ini agak berbeda dari biasanya. Perjalanan tanpa rencana sebelumnya, yaitu ke pantai. Sebenarnya memang saya sudah niat, Sabtu ini mau keluar, refreshing  setelah seminggu digempur tugas-tugas kuliah bersenjata 'deadline' semua. #duh Tapi sampai sore belum juga ditentukan mau kemana.

Sampai sekitar jam 4-an sore @manggha sms ngajakin kepantai. Waini... yang mau ikut ada @wulantikaarini, @bunderbunder_ sama @latifahperwita. Cuman akhirnya yang berangkat cuman saya sama wulan. Kita sempet ragu sebenernya, takut kesorean. Tapi hey, kenapa enggak? lihat bintang di pantai lho ini, hal yang belum pernah kamu lakuin. :D

Berangkatlah saya dan @wulantikaarini naik motor. Tujuan kami ke pantai antara parangtritis dan depok. Kata @manggha lokasinya tidak rame dan bagus untuk lihat bintang. Dia sendiri sudah berangkat duluan karena emang rumahnya dekat dari sana.

"Kamu tahu tempatnya?" tanya @wulantikaarini begitu bertemu dengan saya. Tiga tahun kenal sudah bikin dia paham saya itu paling ndak bisa diandalkan masalah lokasi dan arah, apalagi jadi penunjuk jalan #duh.

Saya cuma bisa nyengir.

"Bisa sms, apa tanya polisi, " jawab saya sok gampangin :D .

Ah tapi memang seperti itu kok, sementara masih ada alat komunikasi, baik cuma tanya orang, atau sms pasti ada jalan untuk kembali pulang. :D *tsaaahh*

Minimal saya tahu arah perjalanan kali ini adalah menyusur Jalan Parangtritis. Tinggal lurus saja ikut jalan Parangtritis. Sekitar jam 18.30-an, setelah ada adegan nyelonong tanpa bayar kontribusi dan disempriti petugas, kita sampai juga di area Parangtritis dan Depok.

"Cari  Losmen Laras, lurus aja ikuti jalan. Ada naikan, turunan, nah entar ke arah barat, cari parkiran yang ada reklame artisnya. Area Gumuk Pasir. Artisnya Luna Maya. "

@manggha memandu kami untuk sampai kelokasinya. Duh waini...kalau sudah pakai arah-arahan saya cuma bisa pasrah dan berdoa :|

Cusss..deh jalan...lurus..terusss...ketemu Losmen Laras, lurusss..turunan, tanjakan...tanjakan...tanjakan..

"Luna Maya- nya manaa???"

rasanya perjalanan jauh sekali dan tidak ketemu juga dengan Luna Maya. Sampai saya dan @wulantikaarini sempat disorientasi  malah mencari Luna Maya. :|

Alhamdulillah, setelah tanya beberapa kali ke warga sampai nyetop tukang mie ayam buat tanya arah, akhirnya ketemu juga deh sama  Luna Maya lokasinya.

Ternyata lokasi parkir Luna Maya itu tepat didepan gumuk pasir. Ini kali pertama saya ke gumuk pasir, daerah yang berisi hamparan pasir di area Parangtritis. Gumuk pasir ini ternyata cukup langka, karena ada didaerah yang punya curah hujan cukup tinggi. Konon gumuk pasir ini satu-satunya yang ada di Asia Tenggara lho.

Gumuk Pasir Siang Hari

Pemandangan gumuk pasir memang tidak bisa ditangkap mata saya dengan leluasa karena gelapnya malam. Tapi semua terbayar dengan pemandangan langit yang istimewa. Taburan bintang menghiasi langit. Saya sendiri sudah lupa kapan terakhir memandang bintang sebanyak dan langit seluas ini. Sambil menunggu @manggha saya dan @wulantikaarini duduk-duduk di gumuk pasir sambil memandang langit dan bintang.

Setelah beberapa waktu lama, yang jemput datang juga dan kita beralih tempat ke tepi pantai. Perjalanan dari gumuk pasir ke tepi pantai cukup ditempuh dengan jalan kaki sekitar 3 menit. Dan disini..pemandangan langitnya lebih WOW. Ditemani deburan ombak, pasir dan hembusan angin laut, pemandangan malam ini benar membuat saya terpesona.
Indah.

Tak ingin sedetik pun mata melewatkan kerlipan bintang yang seolah menyapa kabar makhluk Tuhan yang tak berdaya-apa apa dibuminya ini. Makhluk yang tanpa daya tapi masih suka membanggakan diri. Sementara dirinya sungguh hanya bagian hampir tak terlihat di susunan tata surya yang luar biasa. Tak terasa air mata menetes dipipi merenungi semua itu.

Maaf kalau tak ada foto yang terabadikan untuk dibagi disini. Ada beberapa pemandangan indah yang tidak bisa dibagi kedunia luas, hanya bisa dilihat oleh matamu sendiri. Dan kalau kamu ingin melihat hal yang sama, boleh lho saya diajakin. Nanti saya pandu, kita cari Luna Maya bersama :)


Gambar : http://jogjaholidays.com/article/121810/gumuk-pasir-parangtritis.html

Cerita Perawatan di Larissa Pertama Kali dong


Tahun ini mau jadi tahun 'cantik' buat saya. Cielah gaya bener yaaaaak.... Ya sebenernya karena saya sudah terlalu lama mengabaikan penampilan, terutama kulit yang jerawat dan bekasnya itu ngendon betah banget di muka. Well setelah ngumpulin duit dan kebetulan ada rejeki, saya memberanikan diri mulai mencoba ke salon perawatan wajah. Kondisi wajah saya  saat itu lagi parah-parahnya, dengan jerawat merah gede dan mateng-mateng yang nyebar bahagia tanpa dosa di muka #duh

Sebagai wanita yang harus nabung lama   hati-hati memilih produk perawatan, saya survey dulu dong. Terutama testimoni hasil penggunaan produk dan harganya. Apalagi muka saya ini termasuk sensitif. Setalah tanya sana-sini, dari temen dan baca-baca di forum banyak yang merekomendasi ke Larissa. Kebetulan juga salah satu kawan saya temen SD dulu juga kerja disana. Mereka bilang salon perawatan ini obatnya cendrung alami, ndak bikin ketagihan dan merusak muka kalau dipakai dalam jangka waktu lama. Selain itu harganya cukup murahlah dibanding salon perawatan lain.

Selasa, Mei 20, 2014

Workshop Menulis dong

Workshop Menulis di Tirana House 
"Mbak, habis lulus kuliah masih harus pendidikan profosi? Setahun? Wah..hidupnya habis buat belajar dong"

"Yaa..itu lah hidup"
Kutipan obrolan diatas saya dengar dari teman disamping saya dan anak SMA disampingnya. Obrolan ringan tentang proses pendidikan setelah S1 yang membuat saya tersenyum.

Ya inilah hidup, selalu ada proses pembealajaran yang harus dilewati. Seperti kali ini saya ikut belajar menulis bersama penulis dan wartawan yang memiliki hobi travelling. Mereka adalah mbak Windy Anggraina, wartwaan dan juga penulis buku 'Icip-icip Kuliner Jogja' serta mbak Farida Trisnaningtyas seorang reporter yang gemar travelling dan pemilik blog Senandung Kata.

Acara yang saya ikuti ini adalah workshop menulis dengan tema  'Lets Go to The Trip'. Workshop berisi materi tentang bagaimana memulai menulis catatan perjalanan dan wisata kita. Bahwa dengan menuliskan perjalanan kita bisa mengabadikan cerita-cerita didalamnya. Bahkan dengan menulis catatan perjalanan tersebut, bisa bermanfaat bagi orang lain serta bisa jadi pemasukan juga jika dimuat dimedia massa.

Workshop yang kurang lebih berlangsung selama 4 jam ini berjalan seru dan santai. Peserta yang hanya terbatas, yaitu 13 orang membuat kita bisa saling sharing masalah yang dihadapi selama traveling dan menulis. Dari pembicara, Mbak Windy dan Mbak Farida pun banyak memberikan tips-tips seputas menulis dan juga travelling.

"Jangan berekspektasi terlalu tinggi saat menulis. Seperi hidup, jika terlalu banyak berharap bakal sering kecewa bahkan jadi males untuk mulai lagi. Menulis, ya udah menulis saja,"
 kurang lebih gitu kata-kata mbak Windy yang saya inget, dan menurut saya keren.  Ah pokoknya kece dan seneng ikut workshop ini. Apalagi ada sesi menulisnya, dan akan ada komentar dari pembicara tentang tulisan-tulisan yang dibuat. Selain itu tulisan yang sudah dibuat saat workshop juga dilombakan, dipilih 3 terbaik untuk dapat hadiah dari sponsor. Pengumuman lombanya sih masih sabtu depan, ngarep-ngarep dikit sih bisa menang. Semoga  saja :D

Sumber Gambar : Ambil dari facebook mbak Nunuk dari Tirana House

Sabtu, Mei 03, 2014

Terpaut




“Aduhh…,” teriakku kemudian bangun dari lamunan. Sakit rasanya saat jarum menusuk tulangku. Iya, aku sedang menjahit luka. Luka dihati yang selama ini kubiarkan menganga.

Luka yang disebabkann oleh harap yang terjerat.

Tau kah kamu. Aku begitu ingin berada disampingmu. Membisikan rasaku. Jika perlu meneriakkannya didepan telingamu. Untuk menggaai harapku. Harapan untuk mu bisa sedikit menyadari adanya aku.

Ah.. mengapa harapan dan bayangmu ini tidak mau pergi, sejenak saja. Tidak cukupkah jeruji yang aku pasang untuk membatasi gerakmu dipikiranku. Apakah Tuhan sengaja mengikatkan pikiran dan hatiku hanya padamu, sosok yang bahkan belum tentu sadar adanya aku.

Jika memang benar aku sudah terpaut padamu, tidakkah cukup panjang tali yang diikatkan Tuhan itu, untuk sejenak ku menjauh dari bayangmu. Aku harus ingat, bahwa belum tentu kamu sadar, ada aku yang terikat padamu. Dan akupun harus ingat jika ini ikatan dari Tuhan, aku tak berhak merubah rapal dzikir menjadi namamu.

Sudahlah, biar aku kembali menjahit luka. Sejenak tinggalkanlah aku, sayang. Biarkan aku tetap terpaut meronta,tanpa bayanganmu. Biarkan aku berdzikir dan menaruh harapan hanya pada Tuhanku.

**

Mungkinkah hati ini salah, sudah terpaut pada sesuatu yang begitu menarik, yaitu kamu. Tahukah, jika ada sosok yang menyisipkan doa diakhir sujudnya untukmu. 
Dia yang ingin mengubah aku dan kamu menjadi kita. Dan dia itu aku.

Jika kamu pikir aku gila.  Kamu salah Sayang. Aku lebih dari itu. Tergila-gila. Pada sosokmu yang sering kupandang dari sudut ruang. Menyerap semua pesonamu, menyimpannya dikotak memoriku, untuk sesekali kuputar ketika rindu hadir menyapa.

***

 ( ditulis di Jogja, 3April2014 )

Kehilangan


Beberapa hari lalu saya harus kehilangan handphone. Karena keteledoran saya sebenernya, menaruh hp di kantong motor matic dan ndak dibawa pas parkir. Handphone saya kebetulan pakai dompet cover yang bisa diselip-selip kartu. Dan kebetulan lagi saya menyelipkan stnk dan sim disana. Jadi ya yang nemu handphone saya dapat bonus sim dan stnk deh. :|

Namanya orang jawa kalau kehilangan, ilmu "untung" pasti selalu muncul. "Untung bukan dompet" atau "untung bukan motornya" atau "untung bukan hati akuh" *dilemparMouse*
 yaa iya sih,  tapi tetep saja kehilangan stnk dan sim itu cukup ribet dan males ngurusnya. :(

Tapi ya udah, saya kudu moveon dong, ndak boleh sedih atau males gini. Hilangnya HP, Sim sama STNK jadi pelajaran biar lain kali lebih hati-hati lagi. Dan jadi inget bahwa sebenernya semua ini cuma titipan. Yang namanya titipan pasti sewaktu-waktu bisa diambil sama Yang Punya.

Jadi mungkin kedepan saya bakalan agak ribet ngurus ini itu buat sim sama stnk ini. But it's oke :) ndak pernah ada sesuatu terjadi kebetulan. Pasti ada cerita dan hikmah dari setiap scne kehidupan.
Taufan Gio — 'Bukan tentang sesuatu yang hilang, tapi tentang keikhlasan melepas pergi.'

Sumber gambar : cabincrewdreamer.blogspot.com

Jumat, Mei 02, 2014

Selamat UlangTahun Aku

Bagi saya ulangtahun itu adalah pengingat bahwa jatah usia terus berkurang dan waktu terus be rjalan. Tiap ulangtahun saya juga jarang melakukan hal-hal khusus, paling sesekali bercanda sama sahabat minta diucapin, biar ulangtahun ada yang ngucapin gitu. Jomblo ngenes ya ?  hahaha enggak juga kok.

Saya bahagia dan bersyukur bisa merasakan ulangtahun lagi. Itu artinya saya masih diberi kesempatan hidup sama Allah, masih diberi nikmat hidup dan sehat, masih bisa becandaan sama keluarga dan teman, masih bisa belajar dan berkarya. Dan tahun ini sebenarnya cukup istimewa. Tahun 2014 saya genap berusia duapuluh dua tahun.

Sehari sebelum saya ulangtahun temen-temen sekelas main kerumah saya. Ini pertama kalinya mereka maen kerumah dan tanpa direncanakan. Awalnya saya sama tiga temen saya mau ngerjain tugas, bingung nyari tempat akhirnya saya tawarin kerumah, toh mereka belum pernah maen kerumah. Eh kok sekalian ada ajakan buat lutisan, dan beberapa temen lain mau ikut. Okedeh...akhirnya rencana yang awalnya ngerjain tugas berubah jadi acara lutisan #mahasiswa.

Awalnya yang ikut sih sekitar tujuh orang-an gitu. Tapi yang putra bilang mau nyusul, ya udah cus saya dan temen-temen putri berangkat dulu. Sampai dirumah, eh ternyata temen-temen yang putra bawa rombongan banyak. Total semua ada 17 orang sama saya. Seru dan seneng rasanya . Karena rumah saya sempit kami harus empet-empetan duduknya haha, tapi itu malah jadi quality time buat kita gitu :))
foto bareng didepan rumah :)
Agenda yang sama sekali ndak direncanakan dan menyenangkan ini mengingatkan saya bahwa Tuhan emang selalu punya sekenario yang ndak terduga dan luarbiasa buat manusia. Akkk...Alhamdulillah makaish ya temen-temen. Ditunggu kapan-kapan main lagi.

Dan ndak berakhir disitu, malamnya saya makan malam sama temen-temen medinfo, ya walaupun ndak lengkap, cuma ini juga jadi malam yang menyenangkan. Saya belajar banyak selama bareng temen-temen medinfo ini. Kapan-kapan kita agendakan lagi ya rame-rame lagi. :)

Paginya dihari jumat, pas hari ulangtahun saya kebetulan ada kunjungan di Humas Fakultas plus saya sama eka diminta buat unjuk kerja aplikasi bikinan kami. Kebetulan staff Humas cuma saya aja yang bisa ikut, jadilah ndobel-ndobel kerjaan dari yang ikut jaga pendaftaran, dokumentasi kegiatan sama duduk didepan buat unjuk kerja aplikasi. Hahaha..syuper sekali sekalian di humas, dan harus bolos kuliah Proyek mandiri juga.

Well..ulang tahun yang istimewa buat saya. Makasih buat smeuanya, buat ira dan divin juga yang ngasih kejutan dan kue ulangtahun. Haha..ini tahun kedua dalam hidup saya dapat kue ulangtahun dan niup lilin, dan keduanya itu juga dari sahabat-sahabat saya dikampus.

Semoga kita semua bisa jadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Terimakasih Tuhan untuk hidup yang luarbiasa ini :)

Sumber image : besttuna.blogspot.com

Kamis, Mei 01, 2014

Lari Dong


Bukan, ini bukan saya sedang mengajak untuk lari dari masalah, lari dari kenyataan atau malah kawin lari *duh. Seperti pesan kawan-kawan saya tiap saya mau lari. “Jangan lari dari masalah lho Meg,” haha..saya punya kawan-kawan yang sangat perhatian memang :-D

Lari yang ini beneran lari, tanpa tanda kutip atau kedipan mata. Iya lari olahraga.

Saya sudah suka lari sejak SD. Saya senang walaupun hanya lari saat pelajaran olahraga saja.Kesukaan saya dengan lari sepat terhenti pas SMK. Disana saya juga sering disuruh lari sebelum memulai olahraga. Cuma entah kenapa tenggorokan dan paru-paru saya seperti kering dan tidak bisa nafas saat lari. Beberapa kali saya coba, hal itu selalu terjadi, sampai akhirnya saya takut dan ndak begitu suka lari.


Nah sekitar dua bulan ini benih cinta kembali muncul *halah*. Saya merasa badan saya mulai ndak fit. Sering loyo, gampang ngantuk, gampang masuk angin dan suka susah tidur. Saya pikir ini karean saya sudah jarang olahraga. Sebelumnya sih saya sering senam-senam erobik atau sepedaan. Cuman karena  kesibukan  sok sibuk gitu jadi olahraga sering dilupakan.

Saya putuskan ndak boleh gini terus dong. Tubuh saya juga punya hak untuk diperhatikan, ndak Cuma kamu aja *iya kamu* #terdodit :)))). Saya harus olahraga. Dan saya putuskan untuk mulai Lari.

Kenapa lari?
Saya pikir ini olahraga yang murah. Ndak perlu bayar trainer, sewa tempat, beli alat atau apalah. Hanya butuh sepatu, baju olahraga, dan kemauan untuk Lari.  Bagi saya berat awalnya untuk memulai. Manusia memang sering sulit untuk bergerak ketika sudah dikondisi yang nyaman.  Udah enak-enak bisa santai-santai selo, tapi harus mulai keringetan capek, ngos-ngosan, ngapain juga gitu ya?

Untuk ngakali  agar niat saya terlaksana dan terus semangat, saya ajak teman-teman saya untuk lari bareng. Dengan rayuan maut,”ayo olahraga biar sehat” terkumpul beberapa kawan yang mau menemani saya untuk mulai olahraga, hehe. Lari dengan teman bisa menambah semangat saya, disbanding saat lari sendiri.

Sempet bebrapa orang ngetawain saya juga lho, apalagi saya yang termasuk overweight cubby imut gini *dikeplak* :)))

 “ Kamu bisa lari meg?” Tanya mereka.

Tapi ya nyatanya saya bisa kok. Saya lari untuk melawan diri saya sendiri. Melawan kemalasan untuk olahraga.

Kalau kamu mau ikut mulai olahraga lari boleh juga lho. Mau barengan juga boleh, saya dan temen-temen yang masih newbi biasanya lari di GSP, kadang sama adek di JEC. Belum sempet nyoba spot-spot lain sih. Yuk mari kita lari dari kenyataan kalau kita malas olahraga (!) Jadi ayo lari dulu dong :p