Wednesday, January 27, 2016

Memutuskan (Kembali) Sehat

Di blog ini pernah saya cerita keinginan untuk mulai hidup sehat. Saya mulai rutin olahraga, saya makan makanan sehat dan saya hitung kalori. Niat saya memang untuk menurunkan status obesitas menjadi normal.

Bagaimana hasilnya? saya berhasil setengah dari target lho. Saya turun 10 kg. Senang. Tentu. Saya memberi hadiah ke diri sendiri dengan membeli beberapa baju yang ukurannya lebih kecil. Bahagia sekali rasanya.

Saat memutuskan sesuatu, kadang harus ada yang dikorbankan
Namun sayang sekali, baru setengah jalan, saya mengendurkan komitmen diet saya. Ada beberapa yang berubah dari hidup saya sehingga harus memilih memikirkan perubahan itu, dibanding menjaga hidup sehat.


Menyeimbangkan hidup memang bukan hal yang mudah. Ketika harus focus kesuatu hal, kadang ada beberapa hal lain yang harus dikorbankan.

Saya sempet ingin menyerah. Apalagi berat badan saya naik 2 kg sejak mengendurkan komitmen sehat. Sedih ya. Iya. Sampai akhirnya saya menoleh kebelakang.

Hallo mega ! kamu udah berjalan sejauh ini. Sempat berhasil menurunkan 10 kg berat badan. Merubah gaya hidup sehat. Kamu yang sebelumnya ga bisa pushup sekarang bisa bahkan ditambah beban. Kamu mau menyerah begitu saja?

Tubuh protes ketika tidak mendapatkan haknya
Bukan hanya jiwa yang protes saat mau menyerah dalam perjalanan hidup sehat. Ternyata badan saya juga ikut protes. Meninggalkan olahraga rutin dan makanan sehat membuat badan sering tidak dalam kondisi terbaik. Gampang capek, pusing-pusing ga enak. Hingga kemarin pas cek darah, saya dapati kadar asam urat saya cukup tinggi.

Mana kemarin ibu habis pulang dari piknik kepantai dan bawa oleh-oleh makanan khas laut, udang, ikan laut, sarden dan teman-temannya. Saya nggak makan banyak sih, cuma icip-icip tapi berlangsung beberapa hari. Dan sekarang ini buku jari kaki dan tangan saya kaku-kaku. L

Setelah baca-baca ternyata seafood mengandung purin tinggi, yang meningkatkan kadar asam urat. Duh kemungkinan besar ini linu dan kaku karena kadar asam urat saya tinggi.  

Sebuah gamparan telak. Udah badan akhir-akhir ini ndak fit karena kurang olahraga, tau-tau asam urat tinggi gini badan kaku-kaku. Oh ya ditambah gatel-gatel karena mungkin alergi. Cckckc…Komplit.

Tak apa jika sesekali melenceng keluar jalur tujuan, asal saat ingat tetap kembali kejalan utama
Rasanya memang malu. Tidak kuat terhadap komitmen diri sendiri. Tapi  malu saja tidak cukup. Terpuruk malah akan membuat kondisi makin buruk. Kemarin saya sebenarnya tidak melenceng jauh-jauh sih. Saya tetap kontrol makan tapi memang lebih longgar dan nggampangke. Saya masih olahraga tapi seminggu hanya 1- 2 kali, sebelumnya saya rutin seminggu 5 kali.
Sekarang saya putuskan untuk kembali ke jalur awal. Kehidupan sudah mulai stabil setelah perubahan beberapa waktu lalu. Sekarang saya mulai hidup sehat lagi. Saya rutin olahraga lagi dan atur pola makan. Apalagi dietnya juga harus yang rendah purin untuk mengurangi kemungkinan asam urat.
Saya nggak mau diusia tua merepotkan orang tua, suami atau anak karena sakit-sakitan. Saya harus sehat, demi diri saya sendiri. Karena dengan menjadi sehat, saya bisa melakukan banyak hal yang membuat saya bahagia bahkan bisa membahagiakan orang lain juga.


Baiklah, ada yang mau ikut bareng saya kembali hidup sehat. ;) 

0 comments:

Post a Comment