Tampilkan postingan dengan label KKN UNY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKN UNY. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 16, 2014

Curcol KKN dikit dong


Saya percaya bahwa hidup ini berputar, kadang dibawah-kadang diatas. Seperti saya yang tahun kemarin banyak mendengarkan keluh kesah dan cerita dari kawan-kawan saya yang lagi menempuh kuliah KKN, tahun ini gantian saya yang harus merasakan dinamika mahasiswa KKN.

Kuliah KKN ini kalau kata dosen pembimbing saya jadi bentuk pembelajaran dan pengabdian mahasiswa ke masyarakat. Saya yang mahasiswa pendidikan juga mendapat bonus untuk membagi waktu KKN dengan PPL, yang artinya kalau pagi saya belajar jadi Guru di sekolah, kalau sore mengabdi kemasyarakat.
Awalnya kelompok KKN saya PPL saya hanya terdiri dari delapan orang, ada Saya, Hanum, Afina, Rama , Rizki, Danar dan Hendra. Tapi Rizki harus pindah untuk ppl di Balikpapan dan Hendra mengundurkan diri, jadinya kami hanya berenam. Sementara untuk KKN kebetulan kami digabung dengan tim dari PGPAUD ( Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini) yang berjumlah 10 orang dan cewek semua...waw.. :D

Dinamika KKN
Kami diterjunkan bersama-sama pada tanggal 1 Juli di kampus oleh Pak Rektor. Kemudian dilanjut dengan penerjunan di desa yang diterima baik oleh Ibu Lurah. Sejak penerjunan itulah, dinamika KKN PPL mulai terasa. Ya...dari mulai urusan kedesa, antar teman, ke dosen pembinging, ah... ada-ada saja yang mengajak untuk memutar otak. 

Positif thingking jadi kunci utama menghadapi masalah-masalah yang datang. Hey, saya bilang gini bukan berarti menggurui atau saya udah ahli. Saya tulis disini juga biar saya terus berjuang untuk Positif thingking lho ya.. karena memang susah untuk selalu berfikir positif. Ah..tapi sebenarnya walau susah dilakukan,  hidup positif itu bikin kita jadi enak menjalani proses-proses kehidupan. Dengan berfikir positif energi jadi tak terbuang sia-sia untuk mikir yang aneh-aneh. 

Nikmatilah Prosesnya
Saya beruntung punya banyak kawan yang sebelumnya pernah atau sekarang lagi  KKN . Mereka mau  berbaik hati mau ndengerin curcol saya :D. Banyak saran dan masukan, seperti diawal kemarin kelompok saya sempat miss komunikasi dengan pengurus desa gara-gara jatah hidup dan sempat dituntut untuk membayar uang sangat tinggi. Kita sekelempok sempat bingung, emosi juga. Tapi akhirnya, dengan komunikasi dan mengambil jalan tengah masalah bisa diselesaikan. Saya harus bilang terimakasih dengan keluarga dan kawan saya yang terus mengingatkan untuk sabar dan menikmati proses yang ada.
"Besok masalah di kehidupan nyata lebih kompleks dari ini, kamu kudu sabar" 
Kurang lebih gitu pesen mereka. Yaaa..memang harus beradaptasi. Saya percaya kadang kita memang harus diberi 'tantangan' untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan kita. Tantangan itu pun pasti diberikan oleh Allah sesuai dengan kemampuan kita, asal yakin dan mau berusaha pasti bisa diatasi. 

Ya udah sih gitu aja, 
ini catatan untuk mengingatkan diri saya sendiri, semoga tetap istiqomah menjalani sampai 2,5 bulan kedepan.


Ditulis setelah dua hari absen KKN PPL, dan rasanya males mau balik kepondokan lagi. :|

Jumat, Juli 11, 2014

Hidayah Kota Bantul dong

Peta mbantul ini bro..Sumber :wikipedia
Hai, lama sekali tidak posting. Sebenarnya hasrat untuk ngeblog itu sudah membuncah, meluap-luap. EH tapi kok ya akhir-akhir ini lagi sok sibuk dan suka memilih molor dibanding nulis :(

Jadi nganu...sekarang saya lagi sibuk KKN PPL nih, satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh sama mahasiswa S1 kampus saya. Kenapa dobel KKN dan PPL?. iya..jadi emang sudah kebijakan kampus bahwa untuk KKN dan PPL disini digabung, jadi pagi PPL alias belajar ngajar disekolah, sorenya KKN ngabdi ke masyarakat.

Kalau kata pak Dosen Pembimbing sih kita lagi kuliah tapi diluar, kuliahnya belajar dimasyarakat. Semacam udah kayak hidup dimasyarakat, pagi kerja siang arisan PKK #eh

Saya sebenarnya pas penempatan pengen dapat sekolah di mantan almamater tercinta di SMK 2 Jogjakarta, tapi apa mau dikata, karena konsentrasi yang saya pilih dengan aturan yang baru saaat ini tidak memungkinkan saya ngajar disana, akhirnya saya ditempatkan di salah satu sekolah di ujung kota Bantul. Daerah yang saya sendiri belum pernah kunjungi.

Loh meg? bukannya kamu orang mbantul juga ya? 

Duh.. iya sih memang, saya aslinya mbantul. Tapi bisa dibilang selama ini saya adalah orang mbantul yang murtad. #ups...

jadi nganu, saya SMP, SMK dan Kuliah selama ini ada di luar Bantul, dan itu bikin saya ndak pernah maen-maen dan mempelajari daerah Bantul. Dosa besar saya selama ini adalah selalu menyebut rumah saya didaerah Kotagede, daerah kota jogja, padahal sesungguhnya saya di Banguntapan Bantul. Bukan karena malu atau gimana tapi karena saya bingung ngasih ancer-ancernya jadi saya bilang aja Kotagede, soalnya temen-temen juga asalnya kebanyakan Jogja dikasih tau Banguntapan pada nggak ngerti #pembelaan #iyainaja.

Kembali ke KKN PPL, dengan penempatan di ujung selatan Bantul, saya seperti mendapat hidayah setelah selama ini mendurkahai Bantul. Saya dipaksa melaju keselatan tiap hari, melewati panasnya Bantul yang akhir-akhir ini bikin saya rajin mandi. :))
Ya ..Tuhan itu emang super kece dan OKE , setelah selama ini duhraka dan melanglang buana,
saatnya saya mengabdi ke kota saya, tempat saya dibesarkan. Kota Bantul Projotamansari #cieee . :*

Dan saya juga seneng disini, ndak perlu ngaku-ngaku dari Kotagede atau bingung ngasih ancer-ancer, karena tiap  ditanya asalnya dari mana, kalau saya jawab dari Banguntapan pasti udah pada tahu. #orangBantulIstimewa :))

Ya udha gitu aja,
kapan-kapan dilanjut lagi cerita KKN PPL nya :)