Kamis, Februari 12, 2015

Cerita Training Marketing MRUF ENVOY 6 dong

Training tiga MRUF Envoy 6 baru saja selesai. Tema training kali ini adalah tentang marketing. Sekitar dua bulan sebelum training Mbak Cindy udah ngingetin untuk meningkatan marketing buat bekal training kali ini.

Yang istimewa dari training marketing ini tentu rasa kangen ke suasana training, dan temen-temen MRUF  karena hampir 3 bulan kita nggak bersua.
Training yang dilaksanakan di Jogja kali ini terasa asik dan rasanya pengen training tidak segera selesai. Mungkin kebawa nuansa jogja yang adem ayem kali ya :D

Di hari pertama saya datang lebih awal karena jadi sampel buat kesan-dan pesan selama setengah perjalanan MRUF Envoy ini. Karena jadi sampel ini, saya dan beberapa teman tidak bisa ikut futsal bareng temen-temen yang lain. L
Sebagai gantinya, saya jalan-jalan sore sambil nyari ATM sama Silmi dari Bandung. Lumayan deh olahraga sore :D

Hari kedua jadi hari yang special karena hari ini full game dari pagi sampai maghrib. Gamenya adalah game marketing, dimana kami dibagi ke beberapa kelompok dan mendapat beberapa tugas yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.
Dan ini dia tim saya



Tim saya ini berhasil melakukan penjualan sebesar Rp.1,7 jutaan dalam waktu 4 jam \\(^^)//
Ya walau lelah bin keringeten dimana-mana dan dapat profit yang nggak banyak, tapi asik gamenya :)) banyak ilmu yang didapat, terutama ilmu jual beras.

Dihari kedua dan ketiga kami dapat training dari coach Ibnu & coach Anto dari CED. Tema trainingnya adalah Marketing, dan ini trainingnya keren euy, banyak ilmu baru yang menggelitik pengen segera diterapin ke usaha saya.

Malam terakhir kami dinner bersama pengurus Yayasan MRUF di rumah makan kraton Gadri Resto. Rumah makan ini sebenarnya adalah tempat tinggalnya adik Sri Sultan, selain bisa menyicipi sajian Raja, kami bisa menikmati nuansa kejawen yang adem ayem. Asik-asik. Alhamdulillah.

Di dinner kali ini juga ada yang istimewa, yaitu deklarasi kawan-kawan saya yang menyatakan bebas beasiswa. Banyak banget euy yang sudah deklarasi bebas beasiswa ditengah program MRUF ini. Bebas beasiswa ini adalah pernyataan untuk tidak mendapat beasiswa lagi karena usaha yang dimiliki oleh tiap penerima beasiswa sudah cukup untuk mengganti biaya beasiswa. Artinya sudah tidak perlu lagi mendapat beasiswa karena sudah cukup bahkan lebih dari hasil usaha. Keren kan. 
Lha kamu meg?
Duh saya masih ikhtiar nih.
 Tapi pokoknya saya doain teman-teman saya yang sudah bebas beasiswa ini bisnisnya makin maju, sukses dan bahagia. Aamiin. 
:')

Foto penerima Beasiswa MRUF yang bebas beasiswa. Alhamdulillah :)


Well itu dulu deh yang diceritain, banyak sebenarnya yangingin ditulis tapi next time aja deh :D
bye bye.

sampai jumpa di training 4 \\(^-^)//



Kamis, Januari 15, 2015

Jangan Game Terus Dong

Beberapa hari ini saya lagi ketagihan main game online. Game nya adalah Travian, tahu game ini kan? Game ini adalah game strategi perang. Pemain ditugaskan membangun desa dan kerajaan. Asyiknya game ini setelah dibangung bisa perang-perangan antar pemain gitu.

Ini bukan kali pertama saya memainkan game Travian. Saat SMK dulu saya juga pernah memainkan game ini, tapi masih belum begitu paham permainannya.

Senin, Januari 05, 2015

#ENVOY6 Film 9 Summer 10 Autumns Dong


Ini merupakan film kedua yang saya tonton di bioskop. Sebelumnya saya “memaksakan diri” nonton ke bioskop untuk film MESTAKUNG, tentu karena ada Prof. Yohannes Surya, salah satu tokoh favorit saya. Untuk film kedua ini saya nonton di Blitz Megaplex Mall Pacifix Place Jakarta. Salah satu mall kece yang prestigious di Jakarta.

Film yang saya tonton adalah 9 Summer 10 Autumns, sebuah film yang diangkat dari buku berjudul sama yang ditulis oleh Iwan Setyawan. Nonton film ini sebenarnya adalah salah satu rangkaian acara Training MRUF Envoy 6 yang disupport langsung oleh Blitz Megaplex dan Mas Iwan Setyawan sendiri. Sayangnya memang mas Iwan nya tidak bisa ikut datang diacara nonton bareng ini. Tapi ndak papa, sudah banyak terimakasih dikasih kesempatan nonton film apik ditempat yang asik gini.
Teman-teman MRUF6 setelah nonton bareng \\(^_^)//

Tentang jalan cerita film ini sendiri dibuat secara apik dan cukup membawa emosi saya ikut terombang-ambing. Film ini bercerita tentang Iwan seorang anak yang berjuang meraih mimpi dengan segala masalah-masalah yang ada dibelakangnya. Mimpinya sederhana. Ingin memiliki kamar. Namun itu jadi sebuah hal yang istimewa baginya dengan rumah tipe 3L ( Lu Lagi Lu Lagi ) yang ia huni bersama ayah ibu dan keempat kakak perempuannya.

Iwan yang seorang anak supir itu berjuang meraih mimpinya, dnegan belajar dan bekerja sampai ke New York. Masa lalu yang begitu sulit dan getir tak membatasi dirinya untuk terus maju. Bagi beberapa orang memang masa lalu bisa membayangi dan mengganggu langkah untuk maju kedepan. Tapi disinilah Mas Iwan berusaha muncul menginspirasi kita. Bahwa masalalu tidak akan mempengaruhi apa yang akan terjadi dimasa depan kita.
 “Masa lalu itu bagaimana getirnya akan selalu ada untuk dimengerti,”
 “Aku tak bias memilih masa kecilku. Tapi masa depan itu, kita sendiri yang dapat melukiskannya.”

 Saya sendiri tergoda untuk mengoleksi bukunya. Tapi nunggu ada dana dulu deh, sudah masih waiting list. Kalau lihat dari filmnya saya yakin bukunya pasti juga lebih bagus dan menginspiriasi. Bagi yang belum nonton saya rekomendasikan film ini deh,

sebagai penyemangat dalam perjuangan dan meraih mimpi.

Cita-citaku ingin jadi wartawan dong

“ Pak bu, aku pengen jadi wartawan,”
Entah wangsit mana yang saya dapat saat itu, sehingga sepulang dari warnet bicara menggebu-gebu seperti itu pada kedua orang tua saya. Seperti anak kecil, saya mengungkapkan keinginan itu berkali-kali pada bapak ibu. Saat itu saya kelas 3 SMP atau kelas 1 SMK, agak lupa. Untung mereka sudah hapal dengan anaknya yang dapat julukan Miss Ribut dari kakeknya ini hehe..sehingga tidak bosan atau membungkam saya.

Dalam bayangan saya jadi wartawan itu menyenangkan. Bisa jalan-jalan kemanapun, meliput, wawancara, tahu informasi ini itu. Keren lah. Apalagi saya punya beberapa teman yang juga berprofesi wartawan saat itu. Sangat senang ketika membaca tulisan pengalaman liputan mereka dan bagaimana mereka menuliskan pemikiran dengan ringkas dan cerdas.
Saya juga punya beberapa kenalan wartawan di media cetak. Dulu saya sering cerita bagaimana saya ingin jadi wartawan. Mereka banyak saran dari mulai bacaan, saran untuk coba menulis, dan sharing pengalaman. Salah satunya ada yang bilang :
“ Jangan berharap jadi wartawan bisa kaya “ 
heheehehe..
Pacar yang baik adalah seorang wartawan :))))) 
Ah tapi kalau passionnya memang disana, masalah kaya atau enggak bisa diatur lah. :p
Dan setelah sekian lama. Sekitar 8 – 7 tahun kemudian, saya sudah beberapa kali jadi peliput acara dan kegiatan. Iya jadi wartawan.

Belum resmi dengan pers card dan tergabung dengan Ikatan Wartawan atau ikut ngantor dengan status resmi wartawan sih. Tapi beberapa tulisan saya beberapa kali muncul dibeberapa media. Sering nulis juga untuk web Fakultas, dan beberapa tulisan sempat masuk di beberapa media cetak ( ya walau di rewrite)

Menyenangkan memang, ketika apa yang diinginkan bisa tercapai. Etapi bukan berarti jadi berpuas diri. Saya belum ada apa-apanya deh dibanding temen-temen yang lain. Ini jadi tulisan pengingat saya bagaimana dulu mimpi saya berawal. Gimana saya sejak dulu suka menulis, walau nggak ada yang baca, diejek-ejek. 

Ya namanya juga proses. Sekarang problemnya saya sih gimana semangat nulis skripsi sama nulis code aja #duh. Ada saran gaes?

Oh ya jadi inget, gimana itu cita-cita pengen jadi wartawan tapi sekarang asik bergelut di IT. Hehe..
kalau kata Pak Arif Subianto sih cita-cita boleh banyak kok, nggak harus satu kan ? :D

Hayuk deh ah semangat meraih cita-cita. 
Bukannya selain jadi wartawan, cita-citamu juga jadi sarjana meg?
#okesip 


Sumber Gambar : http://www.dedot.info/


Jumat, Januari 02, 2015

Macet, Tahun Baru dan Resolusi dong

Hallo 2015. Gimana acara tahun barunya? Kalau saya sih tahun baru cukup dirumah saja. Sempat belanja ke Giwangan sama ibu, tapi habis itu tetap ngendon di rumah. Rasanya sudah tidak berminat keluar di malam tahun baru. Pasti bakal penuh dan macet.

Macet - macet 
" Jogja waktu liburan gini jadi milik warga pendatang," kata kawan saya. Iya sih setuju.

Selasa, Desember 23, 2014

Tren UX/UI untuk aplikasi Mobile dong


2014 UX/UI trends for mobile solutions from Golden Gekko

Nemu slide ginian. Ya kali i ada yang butuh. Sementara saya juga baru baca-baca dulu buat referensi skripsi.

pengen nulis blog panjang lebar tapi entah kenapa malah jadi blank pas buka dashboard. -_- duh duh duh...
Akhirnya share ini dulu.
Lagi dikerjar deadline sih.

kuatkan mega ya allah.

Selasa, Desember 02, 2014

#ENVOY6 Pameran bareng Ari Tulang AFI dong


Salah satu agenda di Training 2 adalah Malam Bakti dan Temu Alumni. Di acara malam bakti ini, akan ada pentas dan pameran dari mahasiswa penerima beasiswa MRUF dan alumni. Acara ini dihadiri oleh donatur-donatur dan rekan-rekan Pak Sandiaga Uno yang tentu kebanyakan adalah CEO dan manager dari perusahaan-perusahaan terkenal. 

Well itu tadi brief acara Malam Bakti dan pameran, disampaikan oleh mbak chacha beberapa minggu sebelum training. Mbak CHacha juga menawarkan kesempatan untuk isi stand pameran dan tampil dihiburan.